Kepala SMAN 1 Pemali, Eflina, menegaskan bahwa kesiapan akademik saja tidak cukup untuk mengikuti program ini. Menurutnya, kesiapan mental dan emosional menjadi faktor penting yang harus dimiliki calon peserta.
Ia juga menambahkan, aspek kesehatan fisik turut menjadi perhatian dalam proses seleksi, mengingat para siswa akan menjalani aktivitas belajar dan pembinaan yang cukup padat.
“Persiapan akademik tentu penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah kesiapan emosional dan psikis. Boarding school berbeda dengan sekolah reguler, apalagi peserta berasal dari berbagai daerah dan harus tinggal di asrama,” jelas Eflina.
Lebih lanjut, Eflina mengimbau kepada para calon peserta untuk memiliki semangat belajar tinggi serta perencanaan masa depan yang jelas sejak awal.
“Mereka harus sudah punya gambaran masa depan. Mau melanjutkan ke mana, cita-citanya apa, dan bagaimana proses mencapainya. Siswa di program ini dituntut lebih mandiri, disiplin, dan memiliki daya juang yang kuat,” ujarnya.
Diketahui, Program Beasiswa Pemali Boarding School PT Timah yang telah berjalan sejak tahun 2000 ini telah melahirkan ratusan alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045 melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. (*)
















