“Orang yang menuntut ilmu itu ibarat seorang mujahid di jalan Allah. Apalagi bertepatan dengan Hari Guru, guru adalah madrasah bagi para penuntut ilmu. Maka berbanggalah bagi yang hari ini diyudisium,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 10 Mentok, Isriyanto, mengaku bangga karena selain dirinya, dua guru dari sekolah yang ia pimpin juga turut di-yudisium, yakni Suryan dan Septi Dewi Anggraini.
“Ini menjadi kebanggaan besar bagi sekolah kami. Hari ini kami tidak hanya merayakan Hari Guru, tetapi juga merayakan capaian sumber daya manusia di SD Negeri 10 Mentok yang kini memiliki tiga magister pendidikan,” ujar Isriyanto usai yudisium.
Menurutnya, pencapaian tersebut bukan hanya sebatas gelar akademik, tetapi merupakan wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik. Ia menilai, peningkatan kualifikasi guru akan berdampak langsung terhadap mutu pembelajaran di sekolah.
“Ini adalah bagian dari pengembangan diri dan peningkatan kapasitas kami sebagai tenaga pendidik. Harapannya, ke depan kami bisa lebih maksimal dalam mendidik dan membimbing anak-anak,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kecakapan sebagai pendidik.
“Kami menunaikan bagian dari pengembangan diri agar ke depan memiliki kecakapan yang lebih baik sebagai pendidik,” tuturnya.
Kegiatan yudisium ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan para peserta yang telah resmi menyandang gelar magister. (*)














