Selain fasilitas, KRI dr. Soeharso juga membawa tenaga medis gabungan dari TNI AL dan Kementerian Kesehatan. Tim ini siap memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam kepada masyarakat.
Pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, penanganan luka, tindakan operasi, hingga penanganan kasus kegawatdaruratan. Seluruh layanan diberikan secara gratis dan sesuai dengan prioritas medis.
Hingga Sabtu (22/8), KRI dr. Soeharso telah melayani 21 pasien. Rinciannya meliputi tindakan operasi patah tulang, penanganan luka robek, pelayanan rawat jalan, serta 3 pasien yang menjalani rawat inap.
“Dengan hadirnya Rumah Sakit Apung ini, pemerintah berharap seluruh masyarakat di wilayah terdampak dapat memperoleh penanganan kesehatan dengan cepat dan tepat,” Berton menegaskan.
Herman Yakub.














