“Pers memiliki kebebasan, tetapi kebebasan itu bukan tanpa batas. Ada koridor hukum dan etika yang harus dijaga bersama. Di situlah letak profesionalisme jurnalis diuji,” kata dia.
Lebih lanjut, Viktor menilai hubungan kepolisian dan insan pers perlu dibangun dalam kemitraan konstruktif guna menghadirkan informasi yang utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Kami memandang pers sebagai mitra strategis. Kemitraan ini penting agar informasi yang disampaikan kepada publik tidak hanya cepat, tetapi juga benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol. Agus Sugiyarso, menambahkan jurnalis harus tetap berpegang pada prinsip akurasi dan keberimbangan di tengah derasnya arus informasi.
Kegiatan ini diikuti jurnalis, , dan pegiat komunikasi publik dari berbagai wilayah di Bangka Belitung, dengan tujuan meningkatkan kapasitas profesional insan pers dalam menghadapi tantangan era digital, termasuk hoaks dan disinformasi.
Redaksi.





















