Tak berhenti di situ, pemandu kembali mengajak para pelajar menyuarakan pesan khusus yang ditujukan langsung kepada Presiden.
“Apa kata anak, apa kata anak Sekolah Rakyat?” tanya pemandu.
“Terima kasih Bapak, terima kasih Bapak. Karena cinta Bapak, Sekolah Rakyat ada. Kami janji, Bapak, untuk giat belajar. Untuk meneruskan perjuangan mulia. Doakan kami, Bapak, jadi generasi hebat, cerdas, berani, dan cinta Indonesia,” lantunan para siswa terdengar serempak dan penuh makna.
Yel-yel penyambutan tersebut ditutup dengan pekikan semangat yang mencerminkan nilai-nilai Sekolah Rakyat.
“Sekolah Rakyat, cerdas bersama, tumbuh setara. SR, sayang orang tua, hormati guru. Kemensos selalu ada,” teriak para siswa bersama-sama, sebelum barisan kemudian diistirahatkan.
Herman Yakub.
















