Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaPemkab Basel

Kasus DBD dan DD di Bangka Selatan Melonjak, 153 Warga Terjangkit, Satu Nyawa Melayang

×

Kasus DBD dan DD di Bangka Selatan Melonjak, 153 Warga Terjangkit, Satu Nyawa Melayang

Sebarkan artikel ini
Kasus DBD dan DD di Bangka Selatan Melonjak, 153 Warga Terjangkit, Satu Nyawa Melayang
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Basel, Slamet Wahidin.

Penyakit DD biasanya ditandai dengan demam tinggi, nyeri otot dan sendi, serta penurunan kadar trombosit. Namun kondisi pasien biasanya membaik setelah hari ketiga atau keempat.

Sedangkan DBD memiliki gejala lebih berat seperti demam mendadak tinggi, nyeri kepala hebat, nyeri di belakang mata, nyeri perut, muncul ruam kemerahan, hingga penurunan trombosit dan leukosit. Dalam beberapa kasus, peningkatan hematokrit bisa mencapai 20 persen dari batas normal.

“Pendarahan pada jaringan lunak seperti hidung, mulut, dan gusi bisa menjadi tanda bahaya DBD yang harus segera ditangani di fasilitas kesehatan. Jika kondisi semakin memburuk hingga terjadi kebocoran plasma, pasien dapat mengalami syok atau bahkan meninggal dunia,” jelas Selamet.

Karena itu, Slamet menekankan bahwa pencegahan adalah langkah paling efektif untuk menekan penyebaran DBD dan DD. Masyarakat diminta untuk tidak hanya mengandalkan fogging, melainkan menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan perilaku 3M Plus, menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air.

“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, bukan jentik. Sementara Nyamuk Aedes aegypti lebih suka berkembang biak di genangan air jernih. Jadi yang paling efektif adalah gerakan 3M Plus, menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air di lingkungan sekitar,” tegasnya.

Selain itu, Slamet juga mengimbau warga agar menggunakan kelambu atau obat anti nyamuk saat tidur untuk menghindari gigitan nyamuk, terutama pada pagi dan sore hari saat nyamuk Aedes paling aktif.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat segera memeriksakan diri ke puskesmas bila mengalami demam tinggi selama dua hari berturut-turut.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan PSN. Dengan partisipasi semua pihak, kita bisa mencegah penyebaran DBD dan DD di Basel,” pungkasnya. (*)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel