Kebersamaan antara TNI dan masyarakat terlihat nyata di lapangan. Warga Desa Penutuk secara sukarela ikut membantu pekerjaan teknis sekaligus memberikan dukungan logistik ringan bagi personel yang bekerja hingga larut.
Kemanunggalan TNI dan rakyat menjadi kekuatan utama dalam program TMMD. Sinergi tersebut mempercepat proses pengerjaan sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
“Ini bukan hanya pekerjaan TNI, tapi kerja bersama untuk kepentingan masyarakat desa,” tambah Tri.
Pembangunan infrastruktur jalan ini diharapkan membawa dampak besar bagi masyarakat Pulau Lepar. Selama ini akses transportasi menjadi salah satu kendala utama dalam distribusi hasil bumi dan mobilitas warga.
Dengan selesainya jalan tersebut, akses antarwilayah diyakini akan semakin lancar. Hasil pertanian dan perkebunan warga bisa lebih mudah dipasarkan, sementara mobilitas pendidikan dan layanan kesehatan juga akan lebih terbantu.
Jalan yang sedang dibangun itu diproyeksikan menjadi jalur strategis yang menghubungkan titik-titik aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan.
Hingga saat ini, progres pembangunan fisik jalan telah mencapai sekitar 55 persen. Satgas TMMD optimistis seluruh rangkaian kegiatan, baik sasaran fisik maupun non-fisik, akan rampung 100 persen sebelum upacara penutupan resmi dilaksanakan.
Selain pembangunan infrastruktur jalan, program TMMD ke-127 juga mencakup kegiatan non-fisik berupa penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.
Dengan kerja ekstra hingga malam hari, Satgas TMMD Kodim 0432/Basel menunjukkan komitmennya menyelesaikan pembangunan tepat waktu, sekaligus memastikan hasilnya dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Pulau Lepar. (*)
















