Antusiasme warga terlihat saat distribusi berlangsung di Lapangan Bola Kampung Bukit. Masyarakat datang membawa wadah untuk mengambil air yang disalurkan pemerintah.
Debby mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa lokasi tersebut memang membutuhkan bantuan air bersih.
“Alhamdulillah ada tiga grup di Lapangan Bola Bukit ini. Artinya titik kami tidak salah. Titiknya memang betul-betul masyarakat membutuhkan dan di sini memang belum pernah ada yang membagikan air. Mereka berinisiatif mengambil sendiri,” ungkapnya.
Setelah distribusi di Kampung Bukit, rombongan kemudian bergerak menuju wilayah Kelurahan Ketapang. Penyaluran berikutnya dilakukan di Masjid Al-Ikhlas, Kampung Lalang.
Debby memastikan pemerintah daerah akan terus memantau kondisi masyarakat selama kemarau masih berlangsung. Titik-titik lain yang membutuhkan air bersih juga akan diidentifikasi untuk menjadi sasaran distribusi berikutnya.
“Kita hari ini ada dua titik bersama Bu Kasat. Sudah koordinasi, nanti habis ini di Masjid Al-Ikhlas di Ketapang. Kita bawa satu mobil juga,” imbuhnya.
Di tengah kondisi tersebut, Debby mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan.
Ia mengatakan pemerintah daerah juga terus melakukan berbagai upaya menghadapi kemarau yang berkepanjangan, termasuk ikhtiar melalui Salat Istisqa.
“Kita semua kan sudah ikhtiar, kita sudah Salat Istisqa. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan terjadi hujan,” ungkapnya.
Pemkab Basel, kata Debby, akan terus melihat perkembangan kondisi di lapangan. Bantuan air bersih akan diarahkan ke wilayah yang dinilai membutuhkan agar distribusinya dapat menjangkau masyarakat secara merata.
“Kita imbau masyarakat, gunakanlah air secukupnya. Insyaallah kami juga selaku pemerintah daerah nanti setelah ini akan melihat titik lain. Kita akan bagi juga di titik yang lain sehingga berkeadilan masyarakat yang menerima air dari pemerintah daerah,” pungkasnya. (*)














