“Yang dibutuhkan banyak anak muda saat ini adalah akses ke perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat untuk mewujudkan ide mereka,” ujarnya.
Tak hanya menyediakan akses teknologi, Adobe juga menjadikan Indonesia sebagai negara pertama peluncuran program monetisasi kreator Adobe Express. Melalui program tersebut, para kreator berkesempatan memperoleh penghasilan dari template dan karya digital yang mereka buat di platform Adobe Express.
President of Creativity & Productivity Business Adobe, David Wadhwani, mengatakan pihaknya ingin membantu lebih banyak kreator Indonesia mengubah ide kreatif menjadi peluang ekonomi yang nyata.
“Kami bangga dapat mendukung para kreator Indonesia dengan menghadirkan Adobe Express ke lebih banyak orang dan membuka jalan bagi mereka untuk memperoleh penghasilan dari karya yang mereka ciptakan,” katanya.
Kolaborasi ini juga diperkuat melalui program ECHOES milik Kemenekraf dan GENSi dari Indosat yang menargetkan menjangkau sedikitnya 15.000 anak muda di berbagai daerah sepanjang tahun 2026.
Melalui berbagai program tersebut, pemerintah dan mitra industri berharap lahir lebih banyak talenta kreatif Indonesia yang mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, menciptakan karya bernilai ekonomi, serta bersaing di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital global. (*)














