“Kemilau Pesona bukan hanya tentang panggung dan hiburan, melainkan bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Ia menyebut pelaku UMKM harus mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk mereka. Begitu pula pelaku ekonomi kreatif dan kuliner diharapkan memperoleh akses pasar yang lebih luas selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Dengan demikian, perputaran ekonomi yang muncul dari event tersebut diharapkan tidak hanya dirasakan oleh penyelenggara, tetapi juga masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Di tengah suasana pembukaan yang meriah, Riza juga mengajak masyarakat untuk tidak melupakan warga di berbagai daerah yang tengah menghadapi musibah dan bencana.
“Di tengah kebahagiaan kita berkumpul dalam kegiatan Kemilau Pesona Bangka Selatan Tahun 2026, kita tidak boleh melupakan saudara-saudara kita di berbagai wilayah yang saat ini sedang menghadapi musibah dan bencana,” tuturnya.
Ia menyampaikan rasa duka dan keprihatinan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Lebih lanjut, Riza mengajak seluruh masyarakat menjadikan Kemilau Pesona Bangka Selatan sebagai momentum bersama untuk mengenalkan potensi daerah.
Mengusung tema “Jelajahi Pesonanya, Rasakan Budayanya”, ia menegaskan event tersebut bukan hanya milik pemerintah maupun panitia, melainkan menjadi ruang bersama bagi masyarakat Bangka Selatan.
“Kemilau Pesona Bangka Selatan 2026 adalah milik kita bersama, bukan hanya milik pemerintah atau panitia. Mari kita datang, mari kita nikmati, mari kita dukung UMKM kita, kenalkan budaya kita, dan promosikan destinasi kita,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan Kemilau Pesona Bangka Selatan 2026 selanjutnya akan diisi berbagai agenda, mulai dari pertunjukan seni budaya, kegiatan masyarakat, bazar UMKM hingga sejumlah agenda lainnya yang berlangsung selama empat hari.
Kolaborasi penyelenggaraan event tersebut juga melibatkan insan pers daerah, di antaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Pro Jurnalismedia Siber (PJS), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kabupaten Bangka Selatan. (*)
















