Suharyanto menegaskan pemerintah pusat memberikan perhatian penuh terhadap karhutla di Kalimantan. Presiden Prabowo pun telah menginstruksikan agar kebutuhan sarana dan prasarana operasional tim gabungan di lapangan dipenuhi dan penanganan dipercepat.
“Presiden memberikan perhatian penuh dan menginstruksikan agar kebutuhan operasional di lapangan dipenuhi. Jadi bukan hanya pemadaman dari udara, tetapi juga penguatan satgas darat, peralatan, pompa, mobil tangki, dan seluruh kebutuhan yang diperlukan untuk mempercepat pengendalian Karhutla,” jelas Suharyanto.
*Aktivitas penerbangan tak terganggu*
Bersamaan dengan itu, BNPB terus memantau dampak asap terhadap aktivitas masyarakat, termasuk sektor transportasi udara. Kepekatan asap sempat menyebabkan penurunan jarak pandang di sejumlah wilayah, antara lain di Banjarbaru, Palangka Raya, dan Pontianak, terutama pada pagi hari sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 waktu setempat. Namun, kondisi jarak pandang dilaporkan berangsur membaik pada siang hari.
Berdasarkan pemantauan lalu lintas udara pada Minggu pagi, aktivitas penerbangan di sejumlah bandara utama, seperti Bandara Syamsudin Noor, Bandara Supadio, dan Bandara Tjilik Riwut, masih dapat berlangsung dengan aman dan sesuai jadwal.
BNPB juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah. Posko Kesehatan Terpadu diperkuat di daerah terdampak untuk memastikan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan kesehatan tertentu, mendapatkan perlindungan dan pelayanan yang diperlukan.
Sementara terkait potensi dampak asap lintas batas atau _cross-border haze_, pemerintah terus memantau dan berkoordinasi lintas kementerian/lembaga sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
“Untuk Sumatera saat ini relatif lebih terkendali karena hujan masih bisa didatangkan. Sementara untuk Kalimantan, kita terus memperkuat armada darat, menambah helikopter, dan OMC mulai berjalan kembali hari ini. Dengan seluruh upaya tersebut, kami optimistis Karhutla di Kalimantan dapat segera kita kendalikan bersama,” kata Suharyanto.
Herman Yakub.
















