Pada tahap awal, latihan akan dilakukan secara bertahap di beberapa lokasi tersebut sebelum nantinya dipusatkan di satu tempat.
Allani menjelaskan, pola latihan bertahap dipilih agar perkembangan para pemain dapat dipantau secara lebih maksimal oleh tim pelatih.
“Jika nanti head coach sudah ditetapkan, kemungkinan TC akan dipusatkan di satu lokasi agar pembinaan lebih fokus,” ujarnya.
PSSI Bangka Barat juga tengah menyiapkan struktur tim pelatih yang akan menangani para pemain muda tersebut selama proses persiapan menuju Porprov.
Bagi ketua PSSI Bangka Barat, ajang Porprov Bangka Belitung 2026 menjadi momentum penting untuk mengukur hasil pembinaan sepak bola daerah yang selama ini dilakukan.
Karena itu, Allani menargetkan prestasi maksimal dalam kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Ia mengungkapkan target juara tersebut juga sejalan dengan harapan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat yang ingin melihat tim sepak bola daerah mampu bersaing di tingkat provinsi.
“Kita sepakat dengan pemerintah daerah bahwa target kita adalah juara Porprov,” katanya.
Menurut Allani, potensi pemain muda di Bangka Barat cukup besar jika dibina secara serius dan berkelanjutan.
Selama ini, banyak talenta muda lahir dari lapangan-lapangan desa yang menjadi tempat anak-anak mengasah kemampuan bermain sepak bola.
Dengan sistem pembinaan yang lebih terarah, ia optimistis para pemain muda tersebut dapat berkembang dan membawa prestasi bagi daerah.
“Harapan kita Bangka Barat bisa bergema. Bersama, bersatu, dan bergerak,” pungkas ketua PSSI Bangka Barat. (Belva)
















