“Sinergi ini sangat penting supaya manfaat koperasi segera dirasakan warga. Kami ingin program ini berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat desa,” ujarnya.
Menurut Dandim, Koperasi Merah Putih yang rencananya akan dibangun di 53 desa dan kelurahan di wilayah Bangka Selatan diharapkan menjadi salah satu pilar ketahanan ekonomi dan pangan nasional, terutama di pedesaan.
“Program seperti ini menjadi solusi nyata atas tantangan ekonomi di desa. Dengan pengelolaan koperasi yang baik dan pemanfaatan teknologi pertanian, koperasi akan menjadi kekuatan baru dalam menjaga kemandirian bangsa,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Merah Putih Desa Jeriji, Tedi, menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan pemerintah daerah atas dukungan penuh terhadap pembangunan koperasi di wilayahnya.
“Kami ingin koperasi ini sukses, maju, dan membawa manfaat besar bagi masyarakat Desa Jeriji. Ini wujud nyata semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi warga,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMindag) Bangka Selatan, Deka Indra.
Ia menyebut dukungan Kodim 0432 Basel menjadi bukti nyata sinergi antar-lembaga dalam membangun kemandirian ekonomi desa.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan sangat mengapresiasi dukungan dan komitmen Kodim Basel terhadap program strategis ini,” tutur Deka Indra.
Deka menambahkan, program pembangunan Koperasi Merah Putih ini merupakan instrumen penting dalam pemerataan ekonomi rakyat sekaligus simbol gotong royong masyarakat desa menuju kemandirian ekonomi yang tangguh.
“Kami berharap KMP dapat menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat untuk membangun ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya. (*)
















