Di posko donasi, para relawan bekerja dengan pembagian tugas yang jelas. Bantuan dipilah berdasarkan jenis dan kondisi, kemudian dikemas secara rapi untuk memudahkan distribusi. KOHATI juga melakukan pendataan dan dokumentasi untuk memastikan akuntabilitas penyaluran bantuan.
Salah satu relawan, Rahma Salsabila, menyebut keterlibatan kader dalam pengelolaan posko menjadi ruang pembelajaran penting tentang kerja kemanusiaan.
“Kami belajar bahwa solidaritas tidak cukup berhenti pada simpati. Ada tanggung jawab moral untuk memastikan bantuan benar-benar sampai dan bermanfaat bagi korban,” katanya.
Dalam proses penyaluran, KOHATI Bangka Belitung Raya berkoordinasi dengan jaringan HMI serta mitra kemanusiaan di wilayah Sumatera agar bantuan dapat segera diterima oleh warga terdampak tanpa terhambat birokrasi.
Selain membuka posko donasi, KOHATI juga mengajak masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dengan menyumbangkan pakaian layak pakai maupun kebutuhan lain yang dibutuhkan korban bencana.
Melalui gerakan ini, KOHATI Bangka Belitung Raya menegaskan peran organisasi mahasiswa perempuan tidak hanya sebagai agen perubahan di ruang gagasan, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang hadir langsung di tengah krisis kemanusiaan dengan kerja yang terukur, disiplin, dan bertanggung jawab. (*)




















