“Pendapatan PLN juga meningkat 7,57 persen menjadi Rp281,89 triliun, dari sebelumnya Rp262,06 triliun pada Juni 2024,” ungkap Darmawan.
Ia juga menjelaskan, kontribusi terbesar penjualan listrik berasal dari sektor rumah tangga dengan konsumsi 67,14 TWh atau 43,14 persen dari total penjualan nasional. Jumlah ini tumbuh 5,13 persen YoY atau naik 3,27 TWh dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, lanjut Darmawan, sektor industri juga turut mencatatkan kenaikan konsumsi sebesar 2,66 persen YoY, dengan total 1.165 gigawatt hour (GWh).
“Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan dari pelanggan industri menengah, khususnya di sektor makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, serta karet dan plastik,” jelasnya.
Ia menambahkan transformasi menyeluruh yang dijalankan sejak Tahun 2020 kalau, menjadi fondasi penguatan daya saing perusahaan dan menciptakan efisiensi sistemik.
“Pendekatan yang lebih business-like memungkinkan PLN beradaptasi terhadap dinamika eksternal, memastikan pasokan energi andal dan kompetitif, serta mendukung keberlanjutan ekonomi nasional,” ujarnya. (*)




















