Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaKab. Bangka

Kontributor TV One dan 2 Wartawan Diduga Dianiaya saat Liputan di Gudang PT PMM Bangka

×

Kontributor TV One dan 2 Wartawan Diduga Dianiaya saat Liputan di Gudang PT PMM Bangka

Sebarkan artikel ini
Kontributor TV One dan 2 Wartawan Diduga Dianiaya saat Liputan di Gudang PT PMM Bangka
Foto: Ilustrasi

Saat itulah Dedy kembali mencoba mengambil gambar truk tersebut.

Namun sopir truk diduga kembali menghampiri Dedy dan langsung melakukan pemukulan di bagian wajahnya.

“Dia turun dari mobil dan langsung memukul wajah Dedy. Bahkan sempat mengancam dengan mengatakan akan memanggil teman-temannya,” ungkap Wahyu.

Melihat situasi yang semakin memanas, Wahyu bersama Frendy berinisiatif meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.

Namun upaya itu tidak berjalan mulus. Saat hendak pergi, seseorang yang diduga petugas keamanan menarik baju Frendy dari belakang hingga membuatnya terjatuh dari sepeda motor.

Wahyu mengaku berhasil keluar dari lokasi, sementara Frendy dan Dedy sempat tertahan di sekitar area gudang PT PMM.

“Saya berhasil keluar lebih dulu. Setelah itu saya mencoba menghubungi Frendy untuk memastikan kondisi mereka,” ujarnya.

Dalam komunikasi tersebut, Frendy disebut meminta Wahyu untuk mencari bantuan agar mereka bisa keluar dari kawasan gudang.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pusat, Herik Kurniawan, mengecam keras dugaan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan tersebut.

Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap jurnalis merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers yang dilindungi undang-undang.

“Kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik jelas tidak bisa dibenarkan. Ini bertentangan dengan undang-undang dan mencederai kebebasan pers,” tegas Herik.

Ia juga mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut kasus tersebut secara transparan hingga tuntas.

Menurutnya, siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kami meminta Kapolda Kepulauan Bangka Belitung agar segera mengusut kasus ini secara transparan hingga tuntas. Siapa pun pelakunya harus bertanggung jawab secara hukum,” ujarnya. (*)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel