Menurut Bima, Jambi mampu mengejawantahkan Peraturan Presiden No 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG di tataran tapak.
“Rantai pasoknya dikawal. Petaninya, peternaknya, dan sebagainya dia sambung-sambungkan. Kemudian akhirnya angka-angkanya naik, memberikan spillover effect (efek limpahan),” kata Bima.
Alhasil, laporan keuangan Jambi notabene hijau. Pertumbuhan ekonomi Jambi melonjak dari 4,88 persen menjadi 5,13 persen.
Angka kemiskinan menurun; angka stunting juga bisa ditekan signifikan dari 10,3 persen menjadi 1,75 persen; tingkat pengangguran terbuka turun dari 7,38 persen ke 7,08 persen; dan indeks pembangunan manusia (IPM) juga naik dari 81,77 menjadi 82,32.
Selain mengawal program MBG, Kota Jambi juga mendukung program prioritas nasional lain seperti pengentasan kemiskinan, pelaksanaan Sekolah Rakyat, program Tiga Juta Rumah, Revitalisasi Satuan Pendidikan, hingga pembentukan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.
“Ketika kita menyemangati daerah untuk mengawal program prioritas, kita berikan contoh-contoh inspiratif betapa kalau kepala daerah mengawal dengan baik, maka justru akan menjadi pengungkit,” kata Bima.
Herman Yakub.
















