Kapolres Aditya memberi hormat lurus, pandangannya tak lepas dari bendera yang dilipat dengan hati-hati.
“Momen seperti ini selalu membuat dada bergetar. Kita diingatkan kembali bahwa merdeka itu bukan hadiah, tapi hasil perjuangan dan pengorbanan. Dan tugas kita sekarang adalah menjaga dan mengisinya dengan kerja nyata,” ucapnya kemudian.
Tepuk tangan meriah membahana setelah prosesi selesai. Bupati Bangka Barat bersama jajaran Forkopimda langsung memberi ucapan selamat kepada paskibraka. Beberapa pejabat bahkan menepuk pundak mereka sebagai bentuk apresiasi.
“Anak-anak ini luar biasa. Mereka bukan hanya berlatih fisik, tapi juga mental. Mereka adalah simbol harapan bagi Bangka Barat,” ujar salah seorang pejabat.
Sore itu, Lapangan Atletik Pemkab Bangka Barat tak hanya menjadi arena upacara, tetapi juga ruang kebersamaan. Tidak ada jarak antara pejabat, aparat, pelajar, maupun masyarakat. Semua larut dalam rasa yang sama yakni cinta pada merah putih.
“Bendera boleh kami turunkan, tapi semangatnya akan terus kami kibarkan dalam hidup kami sehari-hari,” tutup seorang paskibraka dengan senyum bangga. (blv)



















