“Yang paling penting bukan hanya membangun gedung rumah sakit, tetapi memastikan tersedianya dokter spesialis, tenaga kesehatan yang kompeten, peralatan medis yang memadai, serta sistem pelayanan yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat Bangka Belitung,” ujarnya.
Rina menilai kondisi geografis Bangka Belitung membuat proses rujukan pasien ke luar daerah membutuhkan waktu lebih lama dan biaya lebih besar. Padahal, pada kasus penyakit jantung dan stroke, kecepatan penanganan menjadi faktor utama yang menentukan keselamatan pasien.
“Sebagai provinsi kepulauan, kita memiliki tantangan geografis yang membuat banyak pasien masih harus dirujuk ke luar daerah. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas tanpa harus menempuh perjalanan yang jauh,” tegasnya.
Ia berharap penguatan layanan jantung dan stroke dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan fasilitas kesehatan, sumber daya manusia, alat kesehatan modern, hingga penguatan sistem rujukan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah pusat, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar layanan kesehatan yang lebih berkualitas dapat segera terwujud di Bangka Belitung.(Red)
















