Karena itu, Andi Iwan meminta BMKG tidak berhenti pada penyampaian prakiraan dan peringatan iklim. Informasi tersebut, menurut dia, perlu diterjemahkan Kementerian PU dan pemerintah daerah menjadi skema mitigasi yang dapat langsung dijalankan.
“Sejauhmana upaya mitigasi, termasuk skema kedaruratan di wilayah hulu oleh Ditjen SDA dan di hilir oleh Ditjen CK atas peringatan El Nino panjang dari BMKG yang telah disampaikan pada tahun-tahun sebelumnya?” tegas Andi Iwan
Ia menekankan, persoalan air bersih harus ditangani secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU perlu memastikan ketersediaan dan pengelolaan sumber air baku, sementara Direktorat Jenderal Cipta Karya perlu memastikan sistem penyediaan dan pelayanan air kepada masyarakat berjalan optimal.
“SPAM Regional Mamminasata juga dinilai perlu terus dievaluasi sehingga kapasitas infrastruktur yang telah dibangun benar-benar dapat menjawab kebutuhan masyarakat Makassar, Gowa, Maros, Takalar, serta daerah yang masuk dalam cakupan pelayanan, ” jelasnya.
Bagi Andi Iwan, mitigasi tidak boleh baru dilakukan ketika masyarakat telah mengalami kesulitan mendapatkan air. Peringatan mengenai potensi El Nino dan kemarau panjang semestinya menjadi dasar untuk mempersiapkan sumber air, infrastruktur pendukung hingga skema kedaruratan jauh sebelum krisis meluas.
Langkah tersebut juga berada dalam konteks perhatian Presiden Prabowo terhadap infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan dasar masyarakat. Saat meresmikan ribuan sumber air bersih pada 13 Agustus 2026, Presiden menekankan pentingnya pengabdian yang manfaatnya dapat langsung dirasakan rakyat.
“Sebagai kader Gerindra di DPR RI, kita mendorong perhatian terhadap kebutuhan dasar tersebut diterjemahkan melalui pengawasan dan langkah konkret bersama kementerian teknis, khususnya untuk memastikan warga tetap mendapatkan pasokan air di tengah risiko perubahan iklim, ” paparnya.
“Seluruh masukan dan penjelasan yang dihimpun dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Sulawesi Selatan selanjutnya akan dibawa ke Senayan, ” sambungnya.
Herman Yakub.














