“Riau memiliki potensi lahan yang sangat besar. Dengan inovasi seperti tumpang sari antara jagung dan sawit, kita dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani,” jelasnya.
Berdasarkan laporan Kapolda Riau kepada Kapolri, kolaborasi yang dibangun Polda Riau telah mengidentifikasi potensi lahan tumpang sari sawit hingga sekitar 2.000 hektare pada tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo.
Data juga menunjukkan peningkatan produksi jagung di Riau. Pada 2025, kelompok tani binaan Polda Riau menanam jagung pipil di lahan seluas 1.690,37 hektare dari total potensi lahan 7.355,29 hektare.
Produksi jagung pada tahun tersebut tercatat mencapai 294,43 ton atau meningkat sekitar 385 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara luas lahan tanam jagung di Provinsi Riau juga meningkat hingga 300 persen, dari sekitar 327 hektare pada 2024.
Rahul menegaskan bahwa DPR RI akan terus mendorong kebijakan serta dukungan anggaran yang berpihak pada petani dan penguatan sektor pertanian nasional.
“Ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi kedaulatan bangsa. DPR RI akan terus mendukung berbagai program yang mendorong produktivitas pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat,” tutupnya.
Herman Yakub.
















