“Kalau makanannya tidak layak atau basi, segera sampaikan. Berarti ada yang salah dalam pengelolaannya. Tapi jangan mengada-ada, laporkan sesuai kondisi yang sebenarnya,” ujarnya.
Wihadi menekankan bahwa pengawasan masyarakat harus dilakukan secara objektif dan berdasarkan fakta. Dengan demikian, setiap laporan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.
Selain membahas MBG, Legislator Partai Gerindra itu juga menyerap aspirasi warga terkait distribusi pupuk bersubsidi.
Ia mengungkapkan, persoalan sulitnya memperoleh pupuk selama ini menjadi salah satu keluhan utama petani yang kerap diterimanya selama menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Dalam dialog bersama warga dan pemerintah desa, masyarakat menyampaikan bahwa distribusi pupuk bersubsidi kini mulai membaik dan lebih mudah diperoleh dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Meski demikian, jumlah pupuk yang tersedia dinilai masih belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan petani.
Menanggapi hal tersebut, Wihadi berkomitmen akan kembali mengevaluasi sistem penyaluran pupuk bersubsidi agar distribusinya semakin efektif, tepat sasaran, dan mudah diakses oleh petani yang benar-benar membutuhkan.
Ia juga menjelaskan bahwa ke depan penyaluran berbagai barang bersubsidi, termasuk pupuk, akan diperkuat melalui keberadaan Koperasi Desa Merah Putih. Kehadiran koperasi tersebut diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi sekaligus mempermudah masyarakat memperoleh kebutuhan bersubsidi.
“Nantinya barang-barang subsidi, termasuk pupuk, bisa dibeli melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harapannya petani semakin mudah mendapatkan pupuk bersubsidi,” jelasnya.
Menutup kegiatan, Wihadi mengajak masyarakat terus memanfaatkan keberadaan wakil rakyat, baik di tingkat DPRD maupun DPR RI, sebagai jembatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di daerah.
Herman Yakub.














