Karena itu, ia meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait segera memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh kebutuhan penanganan karhutla dapat dipenuhi secara optimal.
“Penanganan kebakaran hutan dan lahan harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi. Dukungan fasilitas, penambahan kekuatan personel, serta strategi penanggulangan di lapangan perlu terus diperkuat agar penyebaran api dapat segera dikendalikan,” tegasnya.
Srikandi Partai Gerindra ini menilai penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Sinergi antar lembaga menjadi faktor penting agar proses pemadaman, perlindungan masyarakat, hingga penanganan dampak kesehatan akibat kabut asap dapat berjalan secara bersamaan dan saling mendukung.
Selain fokus pada pengendalian titik api, ia juga menekankan pentingnya langkah-langkah mitigasi di bidang kesehatan. Menurutnya, masyarakat yang terdampak kabut asap harus memperoleh layanan kesehatan yang mudah diakses, termasuk edukasi mengenai upaya pencegahan gangguan pernapasan serta ketersediaan alat pelindung diri seperti masker di wilayah terdampak.
Mariana optimistis penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dapat dipercepat apabila seluruh unsur, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas kebencanaan, relawan, hingga masyarakat, terus memperkuat kolaborasi di lapangan.
Ia meyakini semangat gotong royong yang selama ini ditunjukkan berbagai pihak menjadi modal penting untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan, keselamatan, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Dengan kerja sama seluruh pihak, saya yakin penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dapat dilakukan lebih cepat sehingga dampaknya terhadap kesehatan dan kehidupan masyarakat dapat diminimalkan,” pungkas Mariana.
Herman Yakub.
















