Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat bukan semata diukur dari berdirinya gedung atau banyaknya peserta didik yang dapat ditampung.
“Kualitas pembelajaran, sarana pendukung, mekanisme penerimaan siswa hingga ketersediaan guru juga harus mendapatkan perhatian, ” terangnya.
Ditargetkan Tampung 2.000 Siswa
Wakil Kepala Sekolah Rakyat Sigi, Azizah Nur Isnaeni, menjelaskan kompleks Sekolah Rakyat permanen di Desa Pombewe ditargetkan mampu menampung hingga 2.000 peserta didik.
Mereka akan berasal dari tiga jenjang pendidikan, yakni sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). Saat ini, proses rekrutmen peserta didik untuk ketiga jenjang tersebut masih berlangsung.
“Target Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi, khususnya di Desa Pombewe, sebanyak 2.000 siswa untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Kami berharap pembangunan sekolah permanen dapat segera selesai. Program ini sangat membantu dan kami melihat Sekolah Rakyat dapat mengurangi angka anak putus sekolah,” jelas Azizah.
Azizah juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas pelaksanaan Program Sekolah Rakyat. Menurutnya, program tersebut membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan.
Penyelesaian kompleks permanen di Desa Pombewe pun diharapkan dapat memperkuat proses belajar mengajar dengan dukungan fasilitas dan sarana pendidikan yang lebih memadai.
Herman Yakub.














