Putih menilai penyaluran air bersih menjadi langkah cepat untuk meringankan kesulitan masyarakat selama menghadapi musim kemarau. Terlebih, air tidak hanya dibutuhkan untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan, ketenagakerjaan, dan jaminan sosial, Putih mengingatkan bahwa keterbatasan akses terhadap air bersih berkaitan erat dengan kondisi kesehatan masyarakat.
Kurangnya akses terhadap air yang layak dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta kelompok rentan lainnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat untuk sementara waktu. Putih juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan merespons kebutuhan masyarakat, khususnya ketika terjadi kondisi darurat seperti kekeringan.
Kehadiran bantuan tersebut mendapatkan sambutan positif dari warga. Sejumlah warga menyampaikan bahwa bantuan air bersih sangat dibutuhkan karena sumber air di sekitar tempat tinggal mereka mulai berkurang dan tidak lagi mampu memenuhi seluruh kebutuhan sehari-hari.
Bagi masyarakat, distribusi air melalui mobil tangki juga membantu mengurangi biaya dan tenaga yang harus dikeluarkan untuk memperoleh air dari lokasi yang lebih jauh.
Putih berharap seluruh pihak dapat meningkatkan perhatian terhadap wilayah-wilayah yang berulang kali mengalami kekeringan.
Selain pemberian bantuan darurat, pemetaan daerah rawan kekeringan serta penyediaan sarana air bersih yang lebih berkelanjutan perlu dilakukan agar masyarakat tidak terus menghadapi persoalan serupa setiap musim kemarau.
“Yang terpenting, bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami akan terus berupaya hadir dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya.
Herman Yakub.
















