Ia menjelaskan, arah pembangunan 2027 tetap mengusung konsep green economy dan blue economy, dengan fokus pada pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan serta optimalisasi potensi pesisir dan kelautan.
Namun secara khusus, Pulau Besar diarahkan menjadi kawasan pengembangan tanaman pangan sebagai sektor unggulan yang mampu menopang swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Ari, penetapan Pulau Besar sebagai bagian dari Kawasan Transmigrasi Prioritas Nasional dalam RPJMN 2025–2029 menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Status ini membuka peluang dukungan lintas kementerian. Maka perencanaan harus matang, terintegrasi, dan berbasis potensi lokal,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengembangan sektor tanaman pangan akan diarahkan pada peningkatan produktivitas, nilai tambah hasil pertanian, serta penguatan rantai distribusi agar berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.
Selain sektor pangan, Musrenbang juga membahas penguatan infrastruktur pendukung kawasan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemberdayaan UMKM berbasis komoditas lokal.
Seluruh usulan yang dihimpun dalam forum tersebut, kata Ari, akan diverifikasi dan diselaraskan dengan prioritas pembangunan kabupaten hingga pusat agar memiliki peluang realisasi yang lebih besar.
“Setiap aspirasi masyarakat akan kita kawal. Tidak berhenti di tingkat kecamatan, tetapi kita perjuangkan hingga ke level kabupaten, provinsi bahkan nasional,” katanya. (*)
















