Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Kota Pangkalpinang

Lima Tahun Berjalan, Pemkot Pangkalpinang Kembali Perpanjang Kerja Sama dengan BKKBN

×

Lima Tahun Berjalan, Pemkot Pangkalpinang Kembali Perpanjang Kerja Sama dengan BKKBN

Sebarkan artikel ini

SEKILASINDONEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang memperkuat sinergi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam menjalankan program pembangunan keluarga, keluarga berencana, kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan stunting.
Penguatan kerja sama itu ditandai dengan perpanjangan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkot Pangkalpinang dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN di Smart Room Center Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (25/9/2026).
Wali Kota Pangkalpinang Saparudin atau Prof Udin mengatakan, perpanjangan MoU tersebut merupakan kelanjutan kerja sama yang telah berlangsung selama lima tahun dan berakhir pada 2026.
“Ini sebetulnya perpanjangan. Kita sudah lima tahun dan kebetulan sudah habis tahun ini, jadi kita perpanjangan MoU dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga,” kata Saparudin.
Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk mengoptimalkan pelaksanaan program pemerintah pusat di daerah, terutama yang berkaitan dengan keluarga berencana, kesehatan ibu hamil, kesehatan anak, dan penanganan stunting.
“Harapannya tentu kegiatan-kegiatan dan program-program dari kementerian yang dilaksanakan di daerah bisa lebih optimal. Kami juga bisa mendapatkan arahan dari kementerian melalui kantor perwakilan ini untuk kegiatan-kegiatan yang menyangkut keluarga berencana, stunting dan sebagainya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, mengatakan kolaborasi dengan pemerintah daerah juga diperlukan untuk memperkuat sejumlah program pembangunan keluarga.
Di antaranya Gerakan Ayah Teladan (GATI), Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), dan program Lansia Berdaya.
Fazar mencontohkan TAMASYA yang membantu memantau perkembangan anak melalui pengukuran secara berkala.
“Dengan adanya TAMASYA itu agak lebih termonitor perkembangan anaknya. Karena kalau di TAMASYA, anak itu diukur sehingga kelihatan perkembangannya,” kata Fazar.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak melalui GATI.
“Selama ini yang mengasuh anak itu kebanyakan ibu-ibu, bukan bapaknya. Jadi sekarang harus digerakkan dua-duanya, dilibatkan,” ujarnya.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel