Selain itu, FABA juga dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Salah satunya melalui Taman PABA yang menampilkan penggunaan FABA pada balok beton dengan komposisi hingga 70 persen, serta pembangunan tembok dan sarana wisata.
PLTU Bangka juga menggandeng UMKM lokal untuk produksi batako berbahan FABA.
Di sektor lingkungan, FABA digunakan dalam program CSR di Pantai Tuing untuk pencangkokan karang dan pembuatan rumah ikan. “Hasilnya mulai terlihat, ikan yang datang semakin banyak,” ujarnya.
Sementara di bidang pertanian, PLTU Bangka bekerja sama dengan FORMAP memanfaatkan FABA sebagai pupuk dan pembenah tanah guna meningkatkan kesuburan lahan kritis, termasuk di Bangka Barat, sebagai bagian dari dukungan ketahanan pangan.
Redaksi.
















