“Hari Sabtu kami himbau yang ingin datang, silakan hadir lebih awal agar bisa menyaksikan langsung dan meriahkan acara bersama,” imbuhnya.
Dengan mengusung tema nasional “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, HUT ke-80 RI kali ini mengajak masyarakat untuk memperkuat persatuan dan kemandirian bangsa.
Hal ini tampak dalam semangat para peserta lomba gerak jalan, mulai dari anak-anak sekolah hingga pegawai instansi, yang bahu-membahu menyukseskan acara.
Spanduk besar bertuliskan “Dirgahayu Republik Indonesia 17 Agustus 1945–17 Agustus 2025” menghiasi panggung utama di Taman Kota Mentok, tempat para pejabat daerah dan tamu undangan berkumpul. Ketua TP-PKK, pejabat OPD, serta tokoh masyarakat juga turut hadir memeriahkan acara
Sejak pagi, masyarakat Mentok sudah memadati area sekitar panggung utama untuk menyaksikan lomba. Sri Iwan Al-Azhar (38), salah seorang warga, mengaku sudah menunggu momen ini.
“Seru sekali, sudah kami nantikan sejak lama. Makanya pagi-pagi saya sama adik sudah siap-siap ke taman. Kreativitas peserta bikin bangga,” ujarnya.
Tak hanya menjadi hiburan, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi positif bagi pedagang kaki lima yang menjajakan makanan dan minuman di sekitar lokasi. Banyak di antara mereka mengaku omzetnya meningkat karena ramainya pengunjung.
Lebih dari sekadar kompetisi, lomba gerak jalan ini melambangkan disiplin, kekompakan, dan kerja sama nilai-nilai yang diwariskan para pahlawan kemerdekaan. Di tengah kemeriahan warna-warni kostum dan irama langkah yang serempak, tersimpan pesan bahwa kemerdekaan harus terus diisi dengan semangat persatuan dan pembangunan bangsa.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, acara ini dipastikan akan menjadi agenda rutin setiap perayaan HUT RI.
“Ini tradisi baik yang harus terus kita lestarikan,” tutup Bupati Markus. (blv)
















