Sebelum pelepasan peserta, sejarahwan Datuk Elvian memaparkan peran Pangkalpinang dalam diplomasi internasional. Ia menyebut kota ini tercatat sebagai salah satu dari dua pusat diplomasi dunia, bersama Gedung PBB di Washington DC.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Erwandy, menambahkan kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan pelajar.
“Di era digitalisasi ini, penting bagi generasi muda untuk mengenal sejarah dan bangga dengan identitasnya. Dengan napak tilas, mereka bisa flashback pada peristiwa bersejarah di kota ini sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan lintas etnis,” jelasnya.
Selain lomba napak tilas, perayaan HUT ke-268 juga diramaikan bazar UMKM, pertunjukan seni budaya, pembelajaran sejarah melalui PKPM, serta kompetisi seputar sejarah Pangkalpinang dan Bangka Belitung dengan tema berbeda tiap tahun.
Kegiatan yang berlangsung hingga 26 September ini diharapkan menjadi momentum memperkuat wawasan kebangsaan, sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman. (*)






















