Ia juga menjelaskan sejumlah program peningkatan kompetensi wartawan, termasuk Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
“Melalui UKW, wartawan tidak hanya diuji kemampuan menulis berita, tetapi juga pemahaman kode etik jurnalistik, verifikasi informasi, hingga tanggung jawab sosial pers,” ujarnya.
Sementara itu, Yudhistira Jaya Suprana menilai perkembangan media digital dan kecerdasan buatan (AI) menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pers.
“Pers dituntut cepat menyampaikan informasi, tetapi tetap mengedepankan verifikasi dan kode etik jurnalistik,” kata Yudhistira.
Menurut dia, AI dapat membantu kerja jurnalistik, namun insan pers tetap harus mewaspadai potensi disinformasi dan manipulasi konten.
“AI hanyalah alat bantu, sementara tanggung jawab editorial tetap berada di tangan manusia,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan buku “Mengeja Laut” dari PWI Babel kepada rombongan mahasiswa FISIP UBB.
Redaksi
















