Dalam kegiatan itu, mahasiswa juga diperkenalkan dengan sejumlah program unggulan LAZISMU, mulai bantuan pendidikan, program sosial dakwah, hingga pemberdayaan ekonomi produktif bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
Selain itu, mahasiswa mempelajari mekanisme penghimpunan dana zakat melalui layanan jemput zakat, transfer perbankan syariah, dan pembayaran langsung di kantor layanan resmi.
Rifki menuturkan, proses penyaluran bantuan dilakukan melalui survei lapangan agar tepat sasaran kepada delapan golongan penerima zakat atau asnaf.
“Tantangan terbesar saat ini adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat agar menyalurkan zakat melalui lembaga resmi yang memiliki sistem pengelolaan dan pengawasan jelas,” ujarnya.
Ia menambahkan, komitmen transparansi LAZISMU diwujudkan melalui laporan keuangan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan penggunaan sistem informasi manajemen terintegrasi nasional.
“Kami berharap hasil penelitian mahasiswa dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan inovasi program ke depan,” katanya.
Redaksi.
















