Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Babel, termasuk rencana hibah lahan untuk pembangunan balai rehabilitasi dan gedung BNN. “Ini bentuk kecintaan Pak Gubernur dalam menjaga Babel guna menurunkan prevalensi narkoba,” ujarnya.
Suyudi mengungkapkan, prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia pada 2025 mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,9 juta orang. Ia juga menyoroti perkembangan modus peredaran narkoba yang semakin kompleks, termasuk bentuk cair dan sistem isi ulang.
“Ini pekerjaan rumah besar. Kita tidak boleh memandang remeh, karena narkoba sudah ada di lingkungan kita,” tegasnya.
Ia menambahkan, peran masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen bangsa sangat penting dalam upaya pencegahan.
“Tidak hanya aparat, tetapi semua pihak harus bersama menjaga lingkungan dari ancaman narkoba,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi BNN RI dan Pemprov Babel dalam upaya berkelanjutan memberantas penyalahgunaan narkoba.
Redaksi.



















