Markus bahkan secara terbuka mengingatkan agar kepedulian perusahaan tidak hanya muncul saat hari besar keagamaan seperti Iduladha.
“Ya kita ingin mereka berkontribusi lah. Jangan hanya saat Iduladha saja, intinya harus berkelanjutan,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan dorongan kuat Pemerintah Kabupaten Bangka Barat agar pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kekuatan APBD semata.
Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, keterlibatan dunia usaha dinilai menjadi salah satu kunci mempercepat pembangunan sosial dan ekonomi warga.
Selain itu, penguatan ekonomi masyarakat kecil juga menjadi perhatian penting di tengah pesatnya pertumbuhan investasi dan aktivitas usaha di Bangka Barat.
Selama ini, keberadaan perusahaan memang memberi dampak ekonomi melalui investasi dan penyerapan tenaga kerja. Namun masyarakat berharap manfaat itu tidak berhenti pada angka investasi semata, melainkan benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, keberadaan 102 perusahaan dalam Forum CSR dinilai menjadi potensi besar apabila kontribusinya dikelola secara terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
“Harapan kami ke depan, program CSR perusahaan bisa diarahkan pada sektor-sektor yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” pungkas Markus. (*)














