“Kami sangat terbantu dengan KUR dari Bank Sumsel Babel karena angsurannya ringan. Selain itu, Bank juga aktif mengikutsertakan kami dalam berbagai pameran dan event UMKM, yang sangat membantu dalam memperluas jangkauan pasar kami,” ujar Verawati.
Verawati juga mengungkapkan bahwa produk kripiknya kini telah dikenal luas, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Dukungan lain yang diberikan Bank Sumsel Babel, seperti bantuan pengelolaan keuangan dan pemasangan barcode QRIS di galeri mereka, turut mempermudah proses pembayaran dan meningkatkan efisiensi usaha.
Manfaat serupa juga dirasakan oleh Ari Suparyo, pemilik UMKM Insolusi Gallery di Tanjungpandan, Belitung. Ari yang telah menjalankan usaha kerajinan tangan berbahan dasar kayu dan bambu sejak tahun 2009, merasakan dampak positif setelah bergabung menjadi mitra binaan Bank Sumsel Babel pada tahun 2018.
“Kredit bersubsidi yang kami dapatkan sangat memudahkan dalam pengembangan usaha. Selain itu, kemudahan transaksi melalui QRIS juga sangat membantu dalam proses pembukuan,” jelas Ari.
Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel, Ahmad Azhari, menegaskan bahwa Bank Sumsel Babel akan terus berperan aktif dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang mereka jalankan.
















