“Menyadari korban sudah tidak bernyawa dan posisi kapal berada di area tanpa sinyal, rekan korban langsung mengarahkan kapal mendekati Pantai Tanjung Pesona untuk mendapatkan jaringan komunikasi dan menghubungi Kansar Pangkalpinang,” jelas Mikel.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak Kansar Pangkalpinang segera mengerahkan satu tim rescue menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Basarnas menuju lokasi kejadian di koordinat 1° 52.168’S 106° 20.866’E.
“Proses evakuasi ini melibatkan Tim SAR Gabungan, terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, ABK KN SAR Karna, Satpolairud Polres Pangkalpinang, serta Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK),” katanya.
Ia menambahkan, setibanya di lokasi tim medis dari BKK langsung melakukan pemeriksaan fisik terhadap korban. Setelah dipastikan meninggal dunia, jenazah korban langsung dievakuasi oleh Tim SAR gabungan ke kapal Basarnas untuk dibawa ke Dermaga TPI Pangkalbalam.
“Setelah tiba di dermaga, jenazah Agung Mulyana langsung kita serahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” ujarnya.
Mikel juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Tim SAR gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur Tim SAR gabungan yang telah bekerja maksimal. Dengan berhasilnya evakuasi jenazah korban, operasi SAR ini secara resmi dinyatakan ditutup,” pungkasnya. (*)
















