Pembicaraan lantas dilakukan untuk membahas langkah yang bisa dilakukan guna menghentikan penderitaan warga Gaza.
“Karena kita lihat saudara-saudara kita di Palestina ini enggak ada yang belain. Terus kemudian kita berkumpul, kita berkonsultasi, kita ajak teman-teman dari region-region lain, kita juga berbicara dengan Amerika Serikat. Mereka setuju dan lahirlah yang namanya Board of Peace ini,” ucap Menlu Sugiono.
Board of Peace dibentuk berangkat dari keinginan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi secara konkret atau bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga Gaza. Khususnya mengubah keadaan yang selama ini dirasakan warga Gaza agar tidak lagi menderita.
Menlu Sugiono menegaskan sama sekali tidak tepat jika Indonesia akan ikut agenda Israel dalam Board of Peace.
“Saya tidak sepakat kalau dibilang kalau ini membela Israel atau kita masuk dalam agendanya mereka. Enggak. Ini adalah upaya Indonesia untuk membela masyarakat Palestina khususnya di Gaza supaya situasinya jadi lebih baik. Supaya tercapai perdamaian di sana,” ucap Menlu.
Proses bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace juga bukti pengakuan dunia internasional terhadap reputasi Indonesia yang selama ini konsisten memperjuangkan kemerdekaan serta kedaulatan Palestina. Kali ini, bahkan Indonesia kembali terlibat bahkan dengan langkah yang konkret.
“Suara-suara sumbang ini kan keluar karena ingin menutupi keberhasilan pemerintah dengan program program domestiknya. Makan bergizi gratis, program-program sekolah rakyat, koperasi merah putih dan sebagainya. Jadi saya kira terlalu mengada-ada kalau mengatakan ini adalah bagian dari pembelaan terhadap Israel,” ucap Menlu Sugiono.
Herman Yakub














