“Itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah. Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata. Tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan,” tegasnya.
Pras meminta publik lebih melihat substansi Sidang Kabinet Paripurna, yakni evaluasi terhadap kinerja Kabinet Merah Putih dan arahan Presiden Prabowo untuk mempercepat penyelesaian berbagai program prioritas pemerintah.
“Sudah banyak sekali prestasi-prestasi yang berhasil dicapai, dan tentunya diakhiri dengan bagaimana beliau menghendaki untuk kita di sisa semester yang kedua ini melakukan percepatan-percepatan terhadap program-program prioritas yang masih harus kita kebut pelaksanaannya,” jelas Pras.
Menanggapi anggapan yang berkembang bahwa perubahan posisi duduk mencerminkan hubungan Presiden dan Wakil Presiden yang tidak setara, Prasetyo membantah tegas.
“Tidak ada. Sama sekali tidak ada. Kami pada posisi kita sekarang sedang kompak-kompaknya, sedang semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis dari Bapak Presiden, menjadi garis dari program kerja dan prioritas nasional semata-mata semua untuk kepentingan masyarakat, kepentingan bangsa dan negara,” pungkasnya.
Herman Yakub.
















