Pakar gizi kerap menekankan bahwa selain kandungan nutrisi, aspek rasa dan tampilan juga memegang peranan dalam memastikan makanan benar-benar dikonsumsi, bukan sekadar dibagikan.
Apalagi di bulan Ramadan, asupan gizi anak tetap perlu diperhitungkan secara cermat agar energi dan konsentrasi belajar tetap terjaga.
Jika makanan tidak habis dimakan, tujuan program bisa tidak tercapai secara optimal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun SPPG masih dalam upaya konfirmasi terkait komposisi menu MBG tersebut, termasuk dasar perhitungan nilai gizi dan standar penyajiannya.
Publik berharap evaluasi dilakukan secara terbuka agar program yang bertujuan baik itu benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan anak.
Di tengah besarnya harapan terhadap program peningkatan gizi nasional, kualitas menu, rasa, dan penyajian menjadi perhatian yang tak bisa diabaikan.
Sebab bagi anak-anak, makanan bukan sekadar bergizi di atas kertas, tetapi juga harus bisa dinikmati. (*)
















