Sementara itu, Babinsa Kecamatan Pulau Besar, Sersan Mayor Irfan, mengapresiasi perhatian terhadap pengembangan hortikultura di Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang.
Menurutnya, sejak kawasan tersebut berkembang, program yang secara khusus mendorong pengembangan hortikultura seperti yang dilakukan Tim Ekspedisi Patriot menjadi sesuatu yang patut diapresiasi.
Ia menilai potensi pengembangan hortikultura di desa-desa kawasan transmigrasi tersebut cukup besar. Namun, petani masih menghadapi tantangan kondisi lahan dan ketersediaan air.
Pada waktu tertentu, sejumlah lahan dapat terdampak banjir. Sebaliknya, ketika musim kemarau tiba, petani harus menghadapi keterbatasan sumber air untuk mendukung kegiatan budidaya.
Kondisi tersebut juga dirasakan petani di Desa Sumber Jaya Permai. Kepala Desa Sumber Jaya Permai, Toha Maksum, NL.P., mengatakan persoalan air menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petani, terutama ketika kegiatan budidaya dilakukan pada musim kemarau.
“Kondisi saat ini memang masih mengalami kesulitan air. Mudah-mudahan dalam satu sampai dua bulan ke depan sudah dapat memberikan hasil yang maksimal. Tantangannya cukup berat karena menanam pada saat musim kemarau,” tuturnya.
Di tengah tantangan tersebut, kegiatan FFBS diarahkan agar petani memiliki kemampuan teknis yang lebih kuat dalam mengelola budidaya hortikultura.
Dalam sesi praktik, Feriadi, S.P., M.Si., memberikan materi mulai dari pengenalan agen hayati, teknik persemaian, pembangunan dan pengelolaan rumah semai, pengelolaan tanaman semai, hingga praktik pindah tanam.
Para peserta kemudian mempraktikkan langsung materi tersebut di lahan demplot. Pendekatan ini membuat petani dapat melihat sekaligus mencoba setiap tahapan budidaya, sehingga lebih mudah menyesuaikannya dengan kondisi lahan yang mereka kelola.
Tim Ekspedisi Patriot berharap pengetahuan yang diperoleh melalui FFBS dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh para petani. Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi terbentuknya kolaborasi jangka panjang antara petani, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan Tim Ekspedisi Patriot. (*)
















