Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
Kab. Bangka SelatanUncategorized

Menyedihkan, Jalan Produksi Sawah Metting Desa Rias Seperti Kubangan Kerbau, Pemda Harus Turun Tangan

×

Menyedihkan, Jalan Produksi Sawah Metting Desa Rias Seperti Kubangan Kerbau, Pemda Harus Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Kondisi jalan produksi di areal persawahan Metting, Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan

Ia juga meminta pihak Pemerintah Daerah harus segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini, sebab selain dapat merugikan hasil produksi padi, kerusakan jalan ini juga dapat membuat lesu para petani lantaran tidak adanya perhatian dari pemerintah.

“Kita juga kayak gini jadi lesu, masak akses di area sawah yang sebelah-sebelah sana bagus sedangkan kita tidak pernah di perhatikan padahal kita juga disini petani. Kita tidak tahu siapa dibalik ini, bantuan pembangunan juga harus adil dan bila perlu turunkan orangnya guna melihat langsung ke lokasi ini dan mana yang layak untuk dapat bantuan perbaikan akses jalan ini, sehingga harapannya tepat sasaran lah,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, jika jalan tersebut betul-betul tidak layak dibangun ataupun tersentuh bantuan dari pemerintah, para petani setempat akan berniat untuk mengumpulkan dana swadaya guna membangun jalan tersebut.

“Kami juga sudah berunding mau bangun sendiri dari dana yang kami kumpulkan dari para petani disini beli tanah puruh agar akses jalan ini dapat kembali berfungsi, karena jalan ini memang sudah tidak layak lagi. Bahkan jembatan disebelah penghubung juga sudah roboh kita juga berharap itu dibangun” katanya.

Hal senada juga diutarakan oleh petani lainnya, Sarno, menurut Sarno, selama 12 tahun menggarap sawah diareal bersebelahan dengan jalan tersebut belum pernah sekalipun ada proyek pembangunan seperti JUT menggunakan tanah puruh.

Bahkan, kata Sarno, petak sawah miliknya terkadang harus rela untuk dilalui mesin combain dikarenakan jalan yang seharusnya tidak bisa digunakan dan terpaksa harus melewati jalur sawahnya. Akibat sering dilalui combain, sebagian petak sawahnya mengalami pendalaman.

“Sejak saya menggarap sawah ini belum pernah ada pembangunan untuk jalan ini, bahkan itu jalan ini lobangnya dalam dan sudah benar-benar tidak bisa dilalui kendaraan dimana seharusnya jalan selebar ini jangankan motor, tetapi mobil ataupun combain bisa lalu lalang disini. Saya berharap jalan ini juga dapat perhatianlah dari Pemerintah,” pungkasnya. (*)

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional