Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Drs. Harris, menegaskan bahwa kegiatan tasyakuran juga menjadi ajang apresiasi terhadap siswa-siswi berprestasi, baik di bidang akademik maupun ekstrakurikuler.
Berbagai prestasi yang berhasil diraih siswa turut diperkenalkan kepada para orang tua, mulai dari prestasi solo vokal tingkat Provinsi Banten, kepramukaan, futsal, sepak bola, hingga kegiatan jambore tingkat provinsi.
Kami ingin menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler tidak mengganggu prestasi akademik.
“Justru banyak siswa berprestasi di ekskul yang juga unggul dalam bidang akademik dan mampu membawa nama baik sekolah hingga tingkat provinsi,” kata Harris.
Selain pemberian penghargaan, acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni seperti paduan suara, tari, dan pencak silat yang merupakan hasil pembinaan ekstrakurikuler selama ini.
“Tak hanya itu, panitia juga menyediakan doorprize yang berasal dari donatur, komite, dewan guru, dan paguyuban sebagai bentuk apresiasi kepada siswa dan orang tua,” tegasnya.
Salah satu siswa berprestasi yang mendapatkan penghargaan akademik tertinggi, Nilam Cahya, mengaku bersyukur atas pencapaiannya selama menempuh pendidikan di SMPN 13 Cilegon.
“Prestasi ini berkat doa orang tua, dukungan teman-teman, dan bimbingan para guru. Kunci belajar saya adalah konsisten, rajin, dan tekun,” ungkap Nilam.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru yang telah membimbingnya selama tiga tahun.
“Setelah lulus, Nilam berencana melanjutkan pendidikan ke SMK Negeri 3 dengan mengambil jurusan Akuntansi untuk mewujudkan cita-citanya di bidang tersebut,” menutup wawancara.
Melalui kegiatan tasyakuran ini, SMPN 13 Kota Cilegon tidak hanya merayakan keberhasilan para lulusan, tetapi juga memberikan motivasi dan penghargaan kepada siswa agar terus melanjutkan pendidikan, berprestasi, dan menjadi generasi unggul yang siap menghadapi masa depan.
Herman Yakub.
















