Andri menambahkan, Rakerkab sengaja digelar empat bulan pasca pelantikan pengurus baru KONI Bangka Selatan sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan organisasi dan tanggung jawab kolektif.
“Kami ingin semua cabor mengetahui kondisi sebenarnya. Tidak ada yang disembunyikan. Dengan keterbukaan ini, kami berharap tumbuh rasa tanggung jawab bersama untuk membangun prestasi,” katanya.
Lebih lanjut, Andri menaruh harapan besar agar Porprov Babel 2026 menjadi momentum kebangkitan olahraga Bangka Selatan. Ia menegaskan posisi juru kunci pada Porprov sebelumnya harus dijadikan bahan evaluasi menyeluruh, bukan beban psikologis yang melemahkan mental atlet dan pelatih.
“Juru kunci itu bukan takdir. Itu alarm bahwa kita harus berubah. Jika pembinaan dan seleksi dibenahi dari sekarang, saya yakin Bangka Selatan bisa keluar dari posisi itu,” ujarnya.
Menghadapi keterbatasan anggaran, KONI Basel, kata Andri, akan mengedepankan pengelolaan yang efisien dan memprioritaskan kebutuhan paling krusial, terutama pembinaan atlet dan persiapan teknis menjelang Porprov.
“Harapan saya, Bangka Selatan tidak lagi berada di posisi juru kunci pada Porprov mendatang,” pungkasnya. (*)
















