Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
Hukum dan KriminalKab. Bangka

Miris! Tambang Laut Teluk Kelabat Disetop, Warga Jadi Kehilangan Mata Pencarian

×

Miris! Tambang Laut Teluk Kelabat Disetop, Warga Jadi Kehilangan Mata Pencarian

Sebarkan artikel ini
Alat Tambang TI Apung dikawasan Teluk Kerabat Dalam Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka Minggu yang terlihat tidak beroperasi Jumat (15/12/2023).deddy marjaya

Leni warga Mengkubung lainnya mengatakan bahwa sang suami memanfaatkan kapal nelayan milik orangtua untuk antar jemput penambang dan ibu ibu yang nyanting timah.

“Laki ku ngantar orang pake kapal orangtua yang dulu nelayan. Ku ikut nyanting jadi kami bergantung nian ke tambang di Teluk Kerabat Dalam ni pak,” kata Leni

Kawasan Perairan Teluk Kerabat Dalam memang menjadi kawasan tambang jenis tambang apung. Sepeti di Perairan Mengkubung, Pulau Dante, Pulau Padi, Batu hitam dan lainnya.

Berdasarkan para penambang membentuk kelompok kelompok dalam beraktifitas dikawasan Teluk Kerabat Dalam. Informasi yang didapat setidaknya ada sekitar 10 kelompok penambang yang jika dijumlahkan terdiri dari ratusan ponton TI Apung.

Saat ini ratusan TI Apung tersebut tidak beroperasi dan terlihat hanya terparkir baik ditengah laut maupun dipinggir pantai setelah dihentikan tim gabungan dari Dit Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, Dit Krimsus dan Polres Bangka.

“Kami datang untuk ngecek alat tambang bai pak rawan dicuri,”‘kata Toni salah seeorang pekerja tambang

Dalam 2 bulan terakhir setidaknya para penambang beroperasi dalam 3 sesi. Dari hasil beberapa kelompok penambang menyisihkan kompensasi kepada warga terdampak langsung disejumlah kampung.

Mereka yang mendapatkan kompensasi terdiri dari 230 KK di 5 kampung atau dusun di Desa Riding Panjang Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Antara lain di Dusun Mengkubung, Dusun Padang Labu, Dusun Pudak, Dusun Jungli dan Dusun Bukit Tulang.

“Jadi ada 3 kali kegiatan yang dilakukan tidak terus menerus karena berbagai masalah jika ditotal sekitar Rp 345 juta untuk kompensasi bagi sekitar 230 KK yang sudah disalurkan ke warga terdampak langsung. Tapi tidak semua kelompok penambang yang menyisihkan kompensasi untuk masyarakat,” kata Agus salah seorang pengkoordinir kompensasi untuk warga yang juga Kadus Tanjung Batu.

Agus juga menceritakan warganya juga mempertanyakan kelanjutan aktifias tambang di Kawasan Teluk Kerabat Dalam.

Sebab sebagian warga menggantungkan diri dari aktifitas tambang disana. Baik warga yang mendapatkan kompensasi maupun wargs yang berjualan, warga yang menyewakan kapal, warga yang nyanting dan lainnya.

“Harapan masyarakat ya tetap beraktifitas tambang disana karena berdampak membantu ekonomi masyarakat dari bebagai sisi,” kata Agus. (Deddy/Sekilasindonews.com)

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional