“Misi ini adalah misi kemanusiaan, di mana kita mengedepankan nilai-nilai persaudaraan dan solidaritas antar negara. Tim INASAR yang kita kirimkan adalah personel-personel terbaik yang telah terlatih dan berpengalaman dalam operasi pencarian dan penyelamatan,” ujar Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam sambutannya.
Kondisi di lapangan diperkirakan akan sangat menantang, dengan keterbatasan komunikasi, listrik padam di beberapa daerah, dan minimnya dukungan logistik. Namun, pengalaman tim INASAR dalam misi serupa di Turkiye pada tahun 2023 menjadi modal berharga untuk menghadapi situasi sulit ini.
“Kami yakin, dengan semangat kemanusiaan dan profesionalisme yang tinggi, tim INASAR akan mampu melaksanakan tugasnya dengan optimal. Kita juga bersyukur bahwa banyak negara lain, seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, dan China, yang turut memberikan bantuan, menunjukkan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas negara,” tambah Suharyanto.
Selain tim penyelamat, Indonesia juga mengirimkan tenaga medis dan bantuan logistik menggunakan dua pesawat Hercules dan satu pesawat Boeing 747. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban dan membantu proses pemulihan pasca-gempa.
















