Sesi praktik juga dilakukan, mulai dari penggunaan tandu, evakuasi individu dan kelompok, hingga resusitasi jantung paru (RJP).
Selain itu, peserta dibekali penanganan awal luka bakar sebagai langkah pertolongan pertama sebelum penanganan medis lanjutan.
Salah satu peserta, Aulya Renielda dari UMKM MRB Lovaaz, mengaku pelatihan tersebut bermanfaat.
“Pemahaman kami tentang evakuasi dan penanganan darurat meningkat. Ini penting untuk menjaga keselamatan usaha,” ujarnya.
Evaluasi kegiatan menunjukkan tingkat kehadiran peserta mencapai 100 persen, dengan peningkatan pemahaman sebesar 80 persen dan tingkat kepuasan 90 persen.
PLN menyatakan akan terus menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya fokus pada pengembangan usaha, tetapi juga meningkatkan ketahanan mitra dalam menghadapi risiko bencana.
Redaksi.
















