H. Yus Derahman juga menyinggung sejarah Islam pada masa Rasulullah, di mana masjid berfungsi sebagai pusat peradaban umat.
“Renovasi masjid ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi juga pembangunan spiritual dan sosial masyarakat. Masjid adalah pusat ibadah, pusat ilmu, dan pusat ukhuwah Islamiyah,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat akan terus mendukung pembangunan bidang keagamaan.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari pembinaan iman, ilmu, dan ukhuwah di tengah masyarakat.
“Pemerintah senantiasa mendukung upaya pembangunan keagamaan. Kita sadar, membangun masyarakat maju tidak cukup dengan infrastruktur saja, tapi juga dengan pembinaan iman, ilmu, dan persaudaraan,” jelasnya.
Momentum peresmian masjid yang bertepatan dengan Maulid Nabi ini diharapkan menjadi titik kebangkitan umat Islam di Bangka Barat. Wakil Bupati pun mengajak masyarakat untuk menjaga dan memakmurkan Masjid Ibadurrahman secara bersama-sama.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Bagi masyarakat Mentok, peresmian Masjid Ibadurrahman tidak hanya menjadi simbol keindahan arsitektur, tetapi juga diharapkan menjadi mercusuar peradaban Islam di Bangka Barat. (blv)
















