Ia juga menambahkan, pelaku UMKM diimbau segera mengurus sertifikasi halal dan HAKI, yang saat ini bisa difasilitasi secara gratis oleh dinas terkait.
Sementara itu, Rina Tarol memberikan alternatif solusi tambahan bagi petani agar menanam kopi. Menurutnya, budidaya kopi bisa menjadi peluang usaha baru karena nilai jual yang cukup tinggi dan penggunaan pupuk yang relatif hemat.
“Harga kopi bisa tembus di atas Rp 50 ribu per kilo, dan ini bisa jadi tambahan penghasilan masyarakat. Tahun depan akan kami sampaikan ke Gubernur agar para petani kopi mendapat perhatian,” kata Rina.
Terkait maraknya pupuk palsu, Rina menegaskan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak berwenang agar hal ini tidak terus merugikan petani.
“Keluhan soal pupuk non-subsidi palsu akan kami tindak lanjuti supaya petani tidak lagi dirugikan,” tutupnya. (*)














