Mulusnya pertemuan tersebut tak luput dari peran lobi maut seorang Sandy Sena Saputra. Sandy bukanlah orang baru, ia merupakan karyawan PT SAS sekaligus PT Lepar Agromina Makmur (PT LAM) yang ternyata sudah dikenal sangat baik oleh Justiar Noer (Bupati Bangka Selatan periode 2016–2021) sejak tahun 2005.
Memanfaatkan kedekatan belasan tahun itulah, Sandy berhasil membuka pintu gerbang bagi bosnya untuk menghadap sang penguasa daerah.
Menariknya, pertemuan awal di rumah dinas tersebut tidak hanya dihadiri oleh Justiar Noer dan Junmin alias Afo selaku bos besar PT SAS. Di sana, duduk melingkar pula Suhendra yang menjabat sebagai Direktur PT SAS dan PT LAM, serta seorang rekan bernama Suhori.
Sementara hingga saat ini, posisi Junmin alias Afo sebagai penyokong dana utama dan Sandy Sena Saputra sebagai penghubung (liaison/broker) antara pihak perusahaan dan Justiar Noer yang berkali-kali disebut dalam konstruksi perkara tersebut belum menyandang status tersangka?
Hingga berita ini ditayangkan, pihak-pihak terkait dalam upaya konfirmasi. (red)
















