Selain itu, Okrodi mengungkapkan, keberadaan talud yang dibangun pemerintah di sekitar Pantai Matras turut memberikan dampak positif bagi pengembangan wisata bahari di wilayah tersebut.
“Kami memanfaatkan potensi yang ada. Di area talud ini banyak karang-karang kecil yang disukai ikan. Jadi kami jadikan ini spot mancing dan daya tarik wisata bagi masyarakat,” ujarnya.
Okrodi menyebut, antusiasme masyarakat terhadap lomba ini sangat tinggi. Pada tahun pertama, panitia menerima lebih dari 200 pendaftar, meski hanya 150 yang bisa difasilitasi.
Tahun ini, kuota peserta diperluas menjadi 250 orang, namun tetap penuh bahkan datang dari luar Kabupaten Bangka.
“Pesertanya tidak hanya dari Bangka, tapi juga dari berbagai daerah di Provinsi Bangka Belitung. Ini luar biasa, menunjukkan kegiatan ini makin dikenal,” katanya.
Ia berharap lomba ini dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan dan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Kami sangat berterima kasih kepada PT Timah yang selalu hadir mendukung kegiatan masyarakat nelayan. Kolaborasi seperti ini sangat kami butuhkan agar program pemerintah dan perusahaan bisa berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat pesisir,” tutupnya. (*)















